Indikator Kinerja Utama | UPN "VETERAN" Yogyakarta
Home
Portal UPN
Login
Detail Indikator Kinerja Kegiatan
Persentase pendapatan/ penghasilan dari bidang non-akademik (selain UKT/uang kuliah)
Target PK
Tahun
Progress
Laporan Data Capaian IKK Tiap Triwulan
Silahkan klik tab pada
setiap triwulan.
Triwulan 1
Triwulan 2
Triwulan 3
Triwulan 4
Target Triwulan 1
Capaian Triwulan 1
Progress Triwulan 1
Sasaran 1 : [S4] Tata Kelola Berintegritas Indikator 1 : [IKU 9] Persentase pendapatan/penghasilan dari bidang nonakademik (selain UKT/uang kuliah) Definisi Operasional: Indikator yang mengukur proporsi pendapatan perguruan tinggi yang berasal dari sumber selain biaya pendidikan mahasiswa (SPP/UKT atau sejenisnya), meliputi pendapatan dari riset dan inovasi, kerja sama dan layanan, serta usaha dan unit bisnis perguruan tinggi, dibandingkan dengan total pendapatan perguruan tinggi pada periode tertentu. Indikator ini merupakan indikator wajib bagi semua perguruan tinggi. Data Kinerja: 1. Pendapatan yang diperoleh dari Jasa layanan perbankan BLU 2. Pendaparan sewa gedung (Auditorium, Kantin, dan Gedung Bank) 3. Pendapatan BLU lainnya dari sewa tanah 4. Pendapatan hasil kerjasama lembaga/badan usaha Formula Perhitungan Capaian Kinerja: Jumlah Pendapatan Non Mahasiswa ------------------------------------------------------------------------------------------- × 100% Total Pendapatan Perguruan Tinggi dalam satu periode Analisis Capaian Kinerja Target Triwulan I : 1% Capaian Triwulan I : 1,77 %
Kendala Triwulan 1
Faktor keberhasilan tercapainya target kinerja (internal/eksternal) Internal : 1. Perencanaan program kerja dan target pendapatan non-UKT sudah ditetapkan sejak awal tahun. 2. Optimalisasi peran Badan Pengembangan Usaha (BPU) mulai diarahkan Identifikasi potensi sumber pendapatan (riset, kerja sama, unit usaha). Eksternal : 1. Mulai terbukanya peluang kerja sama dengan industri dan mitra. 2. Adanya skema hibah riset nasional/internasional di awal tahun. Faktor kegagalan Internal : 1. BPU belum berjalan optimal dalam menghasilkan income 2. Sistem informasi keuangan dan bisnis belum terintegrasi. 3. Perencanaan masih bersifat administratif, belum berbasis kinerja (performance-based). Eksternal : 1. Proses negosiasi kerja sama masih tahap awal (belum menghasilkan revenue). 2. Keterlambatan pencairan hibah eksternal.
Strategi Triwulan 1
1. Penguatan kelembagaan BPU (Badan Pengembangan Usaha): - Penetapan struktur, SOP bisnis, dan KPI berbasis revenue. - Penyusunan roadmap bisnis kampus berbasis aset dan potensi internal. 2. Perencanaan berbasis kinerja (performance-based planning): - Menyusun target pendapatan realistis berbasis data historis. - Penjabaran target hingga level fakultas/unit. 3. Pemetaan potensi pendapatan: - Identifikasi aset produktif (gedung, laboratorium, dll). - Identifikasi potensi riset yang dapat dikomersialisasikan. 4. Penguatan sistem informasi: - Inisiasi integrasi sistem keuangan dan pendapatan non-UKT. 5. Percepatan kerja sama strategis: - Fokus pada kerja sama yang menghasilkan revenue (bukan hanya MoU).
Target Triwulan 2
Capaian Triwulan 2
Progress Triwulan 2
Sasaran 1 : [S4] Tata Kelola Berintegritas Indikator 1 : [IKU 9] Persentase pendapatan/penghasilan dari bidang nonakademik (selain UKT/uang kuliah) Definisi Operasional: Indikator yang mengukur proporsi pendapatan perguruan tinggi yang berasal dari sumber selain biaya pendidikan mahasiswa (SPP/UKT atau sejenisnya), meliputi pendapatan dari riset dan inovasi, kerja sama dan layanan, serta usaha dan unit bisnis perguruan tinggi, dibandingkan dengan total pendapatan perguruan tinggi pada periode tertentu. Indikator ini merupakan indikator wajib bagi semua perguruan tinggi. Data Kinerja: 1. Pendapatan yang diperoleh dari Jasa layanan perbankan BLU 2. Pendaparan sewa gedung (Auditorium, Kantin, dan Gedung Bank) 3. Pendapatan BLU lainnya dari sewa tanah 4. Pendapatan hasil kerjasama lembaga/badan usaha Formula Perhitungan Capaian Kinerja: Jumlah Pendapatan Non Mahasiswa ------------------------------------------------------------------------------------------- × 100% Total Pendapatan Perguruan Tinggi dalam satu periode Analisis Capaian Kinerja Target Triwulan I : Capaian Triwulan I : 3,5
Kendala Triwulan 2
Faktor keberhasilan tercapainya target kinerja (internal/eksternal) Internal: 1. Implementasi awal kerja sama (MoU/MoA mulai berjalan). 2. Aktivasi unit usaha kampus (pelatihan, sertifikasi, layanan profesional). 3. Mulai adanya realisasi pendapatan dari kegiatan layanan. Eksternal: 1. Meningkatnya permintaan jasa pelatihan/sertifikasi dari masyarakat/industri. 2. Mulai cairnya sebagian dana hibah/kontrak kerja sama. Faktor kegagalan Internal: 1. Koordinasi antar unit belum optimal (lintas fakultas/lembaga). 2. Kapasitas SDM dalam pengelolaan bisnis dan komersialisasi masih terbatas. 3. Belum optimalnya hilirisasi riset menjadi produk bernilai ekonomi Eksternal: 1. Persaingan dengan perguruan tinggi lain dalam memperoleh kerja sama. 2. Ketergantungan pada pendanaan pemerintah masih tinggi
Strategi Triwulan 2
1. Hilirisasi dan komersialisasi riset: - Membentuk tim hilirisasi (tech transfer office). - Mendorong riset berbasis kebutuhan industri. 2. Diversifikasi sumber pendapatan: - Pengembangan: pelatihan profesional, sertifikasi, short course, consulting services 3. Penguatan kerja sama industri & internasional: - Prioritas mitra yang memberikan kontribusi finansial. - Skema revenue sharing. 4. Peningkatan kapasitas SDM: - Pelatihan kewirausahaan, bisnis, dan negosiasi kerja sama. 5. Insentif berbasis kinerja: - Pemberian reward bagi unit penghasil pendapatan.
Target Triwulan 3
Capaian Triwulan 3
Progress Triwulan 3
Sasaran 1 : [S4] Tata Kelola Berintegritas Indikator 1 : [IKU 9] Persentase pendapatan/penghasilan dari bidang nonakademik (selain UKT/uang kuliah) Definisi Operasional: Indikator yang mengukur proporsi pendapatan perguruan tinggi yang berasal dari sumber selain biaya pendidikan mahasiswa (SPP/UKT atau sejenisnya), meliputi pendapatan dari riset dan inovasi, kerja sama dan layanan, serta usaha dan unit bisnis perguruan tinggi, dibandingkan dengan total pendapatan perguruan tinggi pada periode tertentu. Indikator ini merupakan indikator wajib bagi semua perguruan tinggi. Data Kinerja: 1. Pendapatan yang diperoleh dari Jasa layanan perbankan BLU 2. Pendaparan sewa gedung (Auditorium, Kantin, dan Gedung Bank) 3. Pendapatan BLU lainnya dari sewa tanah 4. Pendapatan hasil kerjasama lembaga/badan usaha Formula Perhitungan Capaian Kinerja: Jumlah Pendapatan Non Mahasiswa ------------------------------------------------------------------------------------------- × 100% Total Pendapatan Perguruan Tinggi dalam satu periode Analisis Capaian Kinerja Target Triwulan I : Capaian Triwulan I : 4,5
Kendala Triwulan 3
Faktor keberhasilan tercapainya target kinerja (internal/eksternal) Internal: 1. Pendapatan dari kerja sama dan unit bisnis mulai stabil. 2. Diversifikasi sumber pendapatan (usaha komersial, layanan, riset terapan). 3. Monitoring dan evaluasi kinerja mulai dilakukan. Eksternal: 1. Kolaborasi industri meningkat (riset terapan, konsultasi). 2. Momentum kegiatan akademik (seminar, pelatihan, dll) menghasilkan income tambahan. Faktor Kegagalan Internal: 1. Sistem pelaporan pendapatan belum tertib dan terintegrasi 2. Kurangnya inovasi produk/jasa dari hasil riset. 3. Ketimpangan kontribusi antar unit (tidak semua fakultas produktif). Eksternal: 1. Fluktuasi permintaan jasa layanan. 2. Kondisi ekonomi/industri yang mempengaruhi kerja sama.
Strategi Triwulan 3
1. Integrasi sistem informasi keuangan dan pelaporan: - Implementasi dashboard monitoring pendapatan real-time. 2. Optimalisasi aset dan unit bisnis: - Komersialisasi fasilitas kampus (venue, lab, dll). - Penguatan usaha kampus berbasis profit. 3. Penguatan kolaborasi lintas unit: - Program joint revenue antar fakultas/lembaga. - Skema kolaborasi multidisiplin. 4. Pengembangan produk inovasi: - Produk berbasis riset (startup, paten, lisensi). 5. Monitoring & evaluasi berkala: - Evaluasi capaian vs target (mid-year review).
Target Triwulan 4
Capaian Triwulan 4
Progress Triwulan 4
Sasaran 1 : [S4] Tata Kelola Berintegritas Indikator 1 : [IKU 9] Persentase pendapatan/penghasilan dari bidang nonakademik (selain UKT/uang kuliah) Definisi Operasional: Indikator yang mengukur proporsi pendapatan perguruan tinggi yang berasal dari sumber selain biaya pendidikan mahasiswa (SPP/UKT atau sejenisnya), meliputi pendapatan dari riset dan inovasi, kerja sama dan layanan, serta usaha dan unit bisnis perguruan tinggi, dibandingkan dengan total pendapatan perguruan tinggi pada periode tertentu. Indikator ini merupakan indikator wajib bagi semua perguruan tinggi. Data Kinerja: 1. Pendapatan yang diperoleh dari Jasa layanan perbankan BLU 2. Pendaparan sewa gedung (Auditorium, Kantin, dan Gedung Bank) 3. Pendapatan BLU lainnya dari sewa tanah 4. Pendapatan hasil kerjasama lembaga/badan usaha Formula Perhitungan Capaian Kinerja: Jumlah Pendapatan Non Mahasiswa ------------------------------------------------------------------------------------------- × 100% Total Pendapatan Perguruan Tinggi dalam satu periode Analisis Capaian Kinerja Target Triwulan I : Capaian Triwulan I : 5,10
Kendala Triwulan 4
Faktor keberhasilan tercapainya target kinerja (internal/eksternal) Internal: 1. Akumulasi seluruh pendapatan non-UKT (puncak realisasi). 2. Evaluasi dan percepatan realisasi kontrak kerja sama. 3. Optimalisasi aset kampus untuk income generating. Eksternal: 1. Penyelesaian kontrak kerja sama tahunan. 2. Pencairan akhir dana hibah/kerja sama. Faktor Kegagalan Internal: 1. Target tidak tercapai karena realisasi program tidak maksimal. 2. Perencanaan awal tidak realistis (overestimate target). 3. Keterlambatan administrasi dan pencatatan keuangan. Eksternal: 1. Keterlambatan pembayaran dari mitra. 2. Perubahan kebijakan pemerintah terkait pendanaan/kerja sama. 3. Risiko ekonomi makro yang mempengaruhi mitra industri.
Strategi Triwulan 4
1. Percepatan realisasi pendapatan: - Penagihan aktif terhadap mitra. - Penyelesaian kontrak kerja sama. 2. Optimalisasi sumber pendapatan akhir tahun: - Event akademik/profesional berbayar. - Intensifikasi layanan (training, konsultasi). 3. Evaluasi menyeluruh kinerja: - Analisis gap target vs realisasi. - Identifikasi unit yang underperform. 4. Perbaikan perencanaan tahun berikutnya: - Penyesuaian target berbasis capaian riil. - Penyusunan strategi jangka panjang. 5. Penguatan keberlanjutan (sustainability): - Kontrak kerja sama multi-year. - Pengembangan recurring income.
BACK
Klik disini Untuk akses data dukung